Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Andai Poligami Budaya Italy

Andai poligami itu hasil pemikiran Machiaveli, pastilah kau tak akan menentangnya demi cari simpati jelang pemilu nanti.

Kalau saja poligami itu hasil pemikiran dan filsafat yunani, pastilah kita-kita tak kan digiring untuk membenci dan tak menyetujui.

Jika saja poligami itu budaya dan tradisi italy, tentulah mereka akan memasukkannya sebagai hak asasi yang perlu dihormati.

Seperti halnya kita diajari untuk menghormati hak asasi para pelacur untuk memilih pekerjaan ditiduri ribuan lelaki tanpa dinikahi.

Seperti halnya kita diajari untuk menghormati hak asasi kaum lut masa kini yang bebas beristri lelaki.

Tapi karena poligami adalah syariat Islami maka otakmu telah digiring opini dajjal tuk membenci petunjuk Ilahi.

Narasi indah tentang melindungi ibu, melindungi istri, melindungi putri, disusun untuk mencitra burukkan poligami.

Padahal poligami adalah memuliakan wanita dengan dinikahi, dinafkahi, dan diperlakukan adil antar istri. Jauh lebih mulia dari pada ditiduri kemudian ditinggal pergi di lokalisasi.

Jauh lebih mulia ketimbang kau selingkuhi teman kerjamu dengan dalih tuk lucu-lucuan cinta lokasi sehari dua hari selama cinta utamamu masih utuh tuk istri.

Tetapi begitulah fitnah akhir zaman, fitnah dajjal. Menyihir jalan neraka hingga nampak indah mempesona. Sedang jalan surga seolah hina penuh dosa.

Hanya dengan kembali pada firman-Nya, kita tahu benar. Mana jalan surga. Mana jalan neraka.


Wallahualam bisshawab

Erni Syahidah

Posting Komentar untuk "Andai Poligami Budaya Italy"

Hosting Unlimited Indonesia

channel-telegram

Berlangganan via Email